Wednesday, April 12, 2006

MARKETING WITH YOUR HEARTS

by Goenardjoadi Goenawan


Langkah 3: Mengidentifikasi Trend dengan Nurani

Sometimes life can make you crazy
It can really put your body to the test You try so hard to make sure everything goes right And you find you've only wound up with a mess It's a common situation Even though you feel abandoned and alone Child, you ain't the first to experience the hurt So don't panic when you hit the danger zone
What you need's a little change of heart Forget this fear and frustration Love will always play the greater part When your battles wear you down Here's my advice - When you're feeling down and out And you've got troubles on you mind Love will save the day When you're feeling full of doubt And fear has got you in a bind Love will save the day When your worlds falling apart All you have to do is say a prayer And love will save the day There's an answer in your heart So let your light shine on my dear And love will save the day Love will save the day
Many things in this world bring you down It's a wonder you can make it through the day Well, you can't sleep cause your problems are to deep And there's always something getting in the way And when you turn on the evening news Mass confusion is the only thing you see Well there's no question that we need a new direction Cause we all could use some peace and harmony
Love is gonna save the day
You've gotta believe it

***

Sebuah Puisi

by Goenardjoadi Goenawan

Think about it
There must be higher love
Down in the heart or
Hidden in the stars above
Without it, life is wasted time
Look inside your heart,
I'll look inside mine
Things look so bad everywhere
In this whole world, what is fair
We will walk the line
And try to see
Falling behind in what could be

Bring me a higher love
Bring me a higher love
Bring me a higher love
Where's that higher love
I keep thinking of

Worlds are turning
And we're just hanging on
Facing our fear
And standing out there alone
A yearning and it's real to me
There must be someone
Who's feeling for me
Things look so bad everywhere
In this whole world, what is fair
We will walk the line
And try to see
Falling behind in what could be

I will wait for it
I'm not too late for it
Until then I'll sing my song
To cheer the night along
I could light the night up
With my soul on fire
I could make the sun shine
From pure desire
Let me feel that love come over me
Let me feel how strong it could be

***

Thursday, April 06, 2006

Management with Creativity - day 4

halo teman2,.
apa akar dari semua persoalan yang membebani kita dalam dunia kerja (Profesional)?
ada 3 akar permasalahan yang mengakibatkan blunder dalam dunia kerja:
1. Konsep Industrialisasi sejak Henry Ford.
Sejak Henry Ford menemukan Industrialisasi, maka terjadi perubahan Era, dari Agriculture menjadi era Industry. Akibatnya management juga mengikuti peningkatan efektivitas karena pembagian tugas.
Ternyata seperti di pabrik-pabrik, ditemukan bahwa spesialisasi operation dan sistem kerja ban berjalan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Hingga akhirnya terjadi robotisasi pabrik, dan robotisasi management.
Management menjadi sub-sub bagian yang terkotak-kotak, hingga membuat kita semakin terpenjara.
Kita senantiasa dibayangi oleh tembok Area of Control, istilahnya Wewenang dan tanggung jawab semakin terbatas.
Kalau ada permasalahan, kecenderungan pertama adalah:
"bukan bidang saya".
Masalahnya, semua bidang menganggap "itu bukan bidang saya". Akhirnya tidak ada yang mengambil tindakan apa-apa.
Manajemen menjadi kaku, dan seperti robot, bergerak sesuai dengan fungsinya, bahkan ada yang namanya tembok Berlin, bagian Produksi tidak boleh digabung dengan bagian Marketing (di industry televisi).
Bagian Merchandising tidak boleh digabung dengan bagian Marketing (di industry retail). Bagian reporter tidak boleh digabung dengan bagian Iklan (di industry Media massa).
Ini membuat kita semakin tidak bahagia, karena akar dari dunia kerja adalah Area of Concern. Dan ini selamanya ditekan terus, untuk memenuhi Area of Control.
2. Dengan adanya delegasi tugas yang terukur oleh Wewenang, dan tanggung jawab maka dunia kerja semakin membuat kita meninggikan Ego.
Setiap kali, dunia kerja selalu dimotivasi oleh performance oriented, dan semakin besar wewenang kita, semakin besar Ego kita, akhirnya kita merasa kosong.
Istilahnya, penyakit workalcoholic melanda kebanyakan Profesional.
Aneh, workalcoholic. Mengapa kok bisa kecanduan kerja? Mengapa ini menjadi jelek?
Sebetulnya, workalcoholic itu dilandasi oleh reward & punishment. Ketakutan akan punishment, mengakibatkan mau tidak mau, kita terpacu oleh stress yang sengaja ditimbulkan untuk meningkatkan prestasi.
Motivasi negatif ini, sifatnya sangat terbatas, oleh karena itu, perasaan stress selalu timbul. Dan akibatnya, kalau tidak bekerja, akan menjadi kosong, hampa, dan kehilangan, makanya timbullah workalcoholic.
Seharusnya, bekerja menjadi amanah atau pelayanan, dan kita dengan gembira dan damai tentram melaksanakannya, namun kerja menjadi suatu kebutuhan untuk Ego nafsu penghargaan yang berlebihan.
3. Pembagian tugas dan spesialisasi, membuat otak kita seamkin tumpul. Kita jadi malas berpikir. Bahkan bagian Business Development terjebak oleh ukuran-ukuran pembagian tugas, dan merasa kosong karena tidak memperoleh wewenang yang cukup.
Dunia Business Development yang seharusnya menjalankan fungsi Kreasi dan Inovasi, menjadi masalah Ego dan siapa diatas siapa?
Ini membuat lumpuh. Bagian Marketing berdebat dengan bagian Sales dan service Development. Siapa lebih unggul, Sales atau Marketing?
Ada Vice President Marketing membawahi National Sales Manager. Ada Sales & Marketing Director yang membawahi Marketing Manager.
Logika berpikir terbatasi oleh emosi yang terkotak-kotak, sehingga Logika berpikir menjadi mampat dan tidak berkembang, kekurangan unsur Explorasi dan Kreasi.
Setiap kali usul dari bagian Business Development dimentahkan oleh perang "kekuasaan". Daya pikir Kreasi dan Explorasi terblokir oleh emosi, dan perdebatan logika.
Bagaimana caranya supaya semua bagian tidak lagi terpenjara oleh Area of Control yang menyesakkan, dan terbelenggu oleh workalcoholic yang semu, dan perang "kekuasaan" mengakibatkan sabotase emosi sehingga membungkam daya Explorasi dan Kreasi?
semua itu harus ditelaah satu per satu.
setiap akar permasalahan harus dianalisa satu persatu.
Sesungguhnya, bila kita mampu menghilangkan barrier
pikiran:
1. Pikiran Rasa takut,
2. Rasa ragu-ragu
3. Rasa khawatir
4. Pikiran negatif,
maka kita sudah 50% memecahkan masalah. Selanjutnya bagaimana caranya mengisi pemikiran kita dengan performance booster.

salam,

Goenardjoadi Goenawan

http://catatanseorangsahabat.blogspot.com/
Penulis buku "Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani"
Penerbit: Elex Media Komputindo April 2006
http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=3195&pageNum=2

Tuesday, March 28, 2006

Management with Creativity - day 3

halo sahabat,.
Bagaimana ciri-ciri keadaan Pribadi yang tersesat dalam lingkaran dunia kerja (profesional)?
Contohnya:
1. Terjebak pada kerutinan.
Beberapa orang lebih menyukai pekerjaan yang sifatnya rutin. Memang efektifitasnya kelihatan meningkat, sangat rapi, sangat tekun, namun masalahnya bagaimana caranya keluar dari lingkaran kerutinan itu? karena lama-kelamaan kita bekerja bukannya menjadi semakin Kreatif namun semakin tumpul.
Rasanya kita semua terjajah oleh kebiasaan-kebiasaan kita, sungguh sulit mengubah kebiasaan kita. Rasanya kita menjadi terjebak pada Comfort zone.
Ada teman saya yang selama 10 tahun pada jabatan yang sama, dengan kebiasaan yang sama dengan pekerjaan dan cara yang sama. Akibatnya, kelihatannya kariernya mandeg. Dan ketinggalan oleh rekan-rekan lain yang masih muda.
2. Terjebak pada penghargaan.
Motivasi bekerja menjadi proses Reward & punishment.
Masalahnya, kalau reward menjadi pegangan utama.
Dengan segala cara dihalalkan, akhirnya menjadi economic animal. Tidak lagi memiliki hati nurani.
Akar dari semua ini adalah penjajahan Konsumerisme.
Setiap hari kita terjebak oleh dunia iklan, sungguh indah berkilau, menggiurkan. Akhirnya banyak orang terjebak untuk mengejar hal-hal yang fana. Setelah memiliki ini dan itu, tetap merasa dirinya kosong.
"Success but something is missing".
3. Terjebak pada Problem solving.
Kita semua sejak di sekolah kebanyakan diajarkan untuk Problem solving. Akhirnya terbawa terus ke dunia kerja, dan berbagai macam tools digunakan untuk sekedar problem solving. Padahal banyak hal di luar problem solving, contohnya inovasi, care, integrity, open mind, dll.
4. Terjebak pada lingkaran kekuasaan.
Rasanya waktu masuk ke dalam kantor, segera bulu kuduk merinding, teringat betapa kejamnya office politics.
Akibatnya energi terkuras, rasanya lemah, lesu, hilang gairah, kadang sampai menjadi impoten. Kekuasaan di satu pihak sangat menggairahkan dilain pihak, menusuk hati kita yang terdalam untuk tunduk pada kekuatan fisik, kekuatan hierarki, menghasilkan perasaan takut untuk mencoba.
"Itu diluar tanggung jawab dan urusanmu"
sungguh kalimat mantra yang seperti pedang bermata dua, di satu pihak melindungi kita, dilain pihak siap memotong leher kita sewaktu itu dilanggar.
Akhirnya dunia kerja membuat jebakan Area of Control yang menjadi lebih penting daripada Area of Concern.
Sungguh kesengsaraan bagi Kreatifitas.
5. Terjebak pada dikotomi Logika vs. Perasaan.
Sering kita dengar omongan, secara Feeling saya lihat ini bagus, sangat berpotensi, dan saya percaya 100% dengan anda, namun saya belum melakukan penilaian secara Logika.
Anda tipe orang Science, oleh karena itu janganlah terlalu menggunakan perasaan. Maaf saya orang ekonomi atau psikologi jadi kurang paham pemikiran secara logika, karena saya banyak mengandalkan perasaan.
Ada teman saya yang hidupnya terjebak oleh perasaan.
Setiap kali pertanyaannya "He love me, he love me not". Itu terus selamanya, hingga membuatnya merana.
Sesungguhnya, ada yang lebih tinggi daripada Logika berpikir dan Emosi. Keduanya bisa disatukan ke dalam jiwa kita, sehingga Logika bisa menjadi faktor penunjang Daya Eksplorasi jiwa kita. Daya imajinasi Jiwa kita. Keduanya Eksplorasi dan Imajinasi hanya mampu dikendalikan oleh Jiwa kita yang terdalam. Oleh karena itu, kita harus menggunakan cara untuk dapat mengaksesnya.
Kalau kita pikir, dalam suatu Perusahaan, apakah faktor yang terpenting? Operation, prosedur, sistem, konsep, leadership, kerangka kerja, atau apa?
Ynag terpenting dalam Organisasi adalah Spirit.
semangat. Untuk apa kita semua harus bekerja dari pagi pulang malam seumur masa kerja kita? Apa visinya? Apa Misinya?
Spirit atau semangat itulah yang menggerakkan suatu perusahaan menjadi hidup. Tanpa spirit, akan menjadi kosong, hampa, fana, hanya sebatas Target beserta alasan-alasannya untuk tidak tercapai.
Spirit, atau semangat yang mendasari pergerakan organisasi.
Misalnya contoh sekolah musik, sekolah vokal.
Untuk apa?
Untuk menjadi penyanyi profesional? Untuk menjadi artis? Untuk mengembangkan dunia seni? atau untuk mendapatkan uang?
Kalau jawaban anda yang terakhir, game over.
Perusahaan akan cepat selesai, atau bangkrut.
Namun pernahkah kita tahu, bahwa sekolah musik dan vokal melatih Karakter anak-anak untuk memiliki jiwa seni, sehingga menjadi perasaan halus, tidak cakar-cakaran, atau berantem, dan mampu bangga atas prestasi dan termotivasi untuk berani tampil?
Itulah spirit yang mendasari operasional perusahaan.
Oleh karena itu, Pribadi kita juga demikian, kita hidup tanpa Spirit, maka serasa menjadi economic animal semata. Hanya mengejar nafsu yang fana.
Akibatnya, kalau mengalami suatu problem, hambatan atau PHK misalnya perasaan menjadi kosong, mata kosong pikiran kosong, dunia kosong.
Kita semua akhirnya terjebak pada Berhasil atau Gagal.

salam,
Goenardjoadi Goenawan
http://catatanseorangsahabat.blogspot.com/
Penulis buku "Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani"
Penerbit: Elex Media Komputindo April 2006
http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=3195&pageNum=2

Rejeki Datang Pada Saat Kita Memberi

Tulisan ini merupakan tulisan ke 16 dari "The Power of Least Effort" yang diposting ke milis Profesional Enterpreneur Club (PROFEC)

Rejeki Datang Pada Saat Kita Memberi
by Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM.

Hidup sangat terasa berat, setiap hari beban terasa tidak lagi mampu kita panggul. Setiap orang tidak mau mengerti kita. Kita adalah orang paling tak beruntung dimuka bumi. Mengapa demikian? Karena kita memikirkan diri kita sendiri.
"Hidup akan terasa lebih mudah pada saat kita memikirkan orang lain. Dengan memikirkan orang lain, maka kita tidak lagi melawan dunia, tetapi merangkul dunia, dan kita membantu orang lain untuk mencapai tujuannya, dan oleh karena itu kita akan menjadi lebih baik. Rejeki datang pada saat kita memberi." Seperti kata Ben Renshaw, dalam bukunya Successful But Something is Missing, Daring To Enjoy Life To The Full, 2000, Random House, London.
"Alam mengajarkan, apa yang kamu berikan kepada alam akan kembali kepadamu," lanjut James.
"Bagaimana mungkin kita mengharapkan semua orang mau membantu kita, kalau diri kita tidak membantu orang lain? Banyak orang yang mengatakan, mereka yang menanam akan menuai. Darimana datangnya rejeki kalau kita tidak pernah menanamnya?" tanya James.
Kehidupan sejati bukanlah antara kita melawan Dunia.
Kadang timbul rasa
khawatir dalam hidup kita, mengapa kok hidup terasa sulit? Mengapa orang-orang kok tidak mau mengerti kita? Mengapa si anu kok dipromosi sedangkan saya yang lebih berpengalaman kok tidak?
Mengapa si anu kok
lebih berhasil sedangkan saya kok kurang?
Efek dari ambisi yang dilandasi oleh Ego adalah:
1. Kebanggaan terhadap achievement, akhirnya kebanggaan terhadap kekuasaan 2. Rasa khawatir bahwa dirinya tidak cukup bagus (not good enough) 3. Selalu timbul rasa tidak puas 4. Merasa hidup sebagai beban berat.
Seperti cerita wortel, telor dan biji kopi. Wortel menghadapi kehidupan (godokan air) yang tadinya kuat menjadi lemas, kehilangan semangat. Telor yang tadinya selalu pemaaf, menghadapi kerasnya kehidupan akhirnya menjadi terpengaruh, dan menjadi keras.
Tetapi biji kopi, mempengaruhi godokan air kehidupan dan menjadikan air harum dan nikmat.
Pada waktu itu, tergantung bagaimana Anda menghadapi hidup. Kalau di pikiran Anda adalah antara Anda melawan Dunia, tentu hal ini sulit.
Tetapi bila Anda masuk mengikuti arah Dunia berputar, segalanya terasa mudah. Kuncinya? Melayani orang lain.
Setiap orang di dunia ini memiliki rasa ingin berhasil. Dan pada saat yang sama memiliki problem.
Nah, kalau kita bisa memahami ini, maka setiap saat kita bisa melayani orang lain untuk memperoleh keberhasilan.
Dengan demikian, bukan memaksakan orang lain mengikuti Anda tetapi membuat mereka mencapai tujuannya mereka, dengan dibantu Anda.

salam.

***
prepared by MTA

Apa Arti Kemiskinan Itu

by Goenardjoadi Goenawan


halo sahabat,.
apa arti kemiskinan itu?
ceritanya sebuah keluarga biasa beli Aqua galon,.
seperti biasa aqua untuk minum,.
sekali waktu Aqua habis,.
dan hari itu hari minggu,. dan supplier tidak mengirim delivery Aqua,.
apa yang terjadi?
semua ribut,.
aku haus,.
mami aku mau minum,.
waduh besok gimana sekolah ngga bawa minum??
mama haus,.
tiba-tiba semua panik dan teriak haus,.
si Ibu heran, biasa anak-anak ngga rewel soal minum tiba-tiba semua masalah muncul, dan seakan-akan semuanya berkaitan dengan Aqua,.
begitulah uang,.
pada saat terima gaji tiap bulan, seakan-akan kita tidak membutuhkannya,.
namun begitu PHK,. begitu pensiun,.
seolah-olah dunia runtuh tanpa ada uang,.
dan kita menjadi gelap,.
Uang adalah sama dengan anak Balita minta minum sus,.
biasa Susu Pediasure, harus ganti Chill Kid, ganti Susu Dankow, dan akhirnya beli susu SKM susu kental manis,.
ya ampuuuun itu suss bukan untuk bayi, terpaksa diberikan hanya karena tidak punya uang,.
lalu bagaimana caranya mencari uang? kemana mencari uang? mengapa uang menjadi langka?
Rata-rata persoalan hidup adalah mengenai uang,.
sesungguhnya, uang itu adalah artinya Help,.
pertolongan,.
dan pertolongan itu sifatnya tolong menolong, maka untuk inisiatifnya, kita harus menolong orang lain,.
maka akan mulai terjadi efek tolong menolong,.
Sesungguhnya uang itu adalah artinya Manfaat,.
bagaimana pertolongan kita memberi manfaat bagi orang lain, sehingga kita bisa menghilangkan beban orang lain tanpa terbebani,.
itulah Rahasia Alah yang berbentuk keajaiban,.
miracle,.
bahwa sesungguhnya arti hidup ini adalah menolong sesama, dan kita bisa menghilangkan beban orang lain tanpa terbebani,.


***

prepared by MTA

Bagaimana Caranya Bekerja Lebih Efektif ?

by Goenardjoadi Goenawan


halo sahabat,.
sering kita dihadapkan pada keadaan sulit,.
keadaan desperate,.
ini urgent,.
itru masalah,.
ya ampuuuuun kepala rasanya mau pecah,.
masalahnya bagaimana caranya kita bisa survive dalam segala macam permasalahan dan sekaligus dapat meniti jalan menuju sukses?
kuncinya ada 3:
1. Jangan pikirkan masalah-masalah anda,. karena bagaimanapun masalah tersebut anda pikirkan, toh masalah tetap ada, oleh karena itu, lupakan sejenak (jangan dilupakan seterusnya, nanti anda dikejar debt collector),.
misalnya anda harus membayar tagihan ini dan itu,. dan anda tidak punya uang,.
benarkah anda tidak punya uang?
bukankah anda memiliki sertifikat rumah, atau anda memiliki Jam Tangan bermerek?
mengapa anda stress memikirkan anda tidak punya uang untuk membayar uang les anak2 Rp 300,000 hari ini sedangkan anda memakai Jam Tangan seharga Rp 8 juta?
tentu anda tidak perlu pusing,. karena bukan anda tidak punya uang, tapi anda tidak punya cash,. karena sertifikat rumah anda mungkin senilai beberapa ratus juta,.
oleh karena itu, fokuslah kepada action,.
action apa?
2. Action untuk senantiasa fokus kepada usaha, bukan hasilnya,.
misalnya tadi pagi saya ke kantor pusat Amway di BNI lantai 36 wow kantornya keren,.
untuk apa?
menawarkan buku saya untuk dibeli secara eksklusif untuk jaringan Amway,.
apakah dijamin akan sukses?
tentu tidak karena saya tidak pernah memikirkan atau fokus sukses / tidak, namun saya suka berusaha / mencoba,.
hitung-hitung daripada kepala pusing lebih baik saya ke kantor Amway, CNI, ini dan itu ketemu ini dan itu,
karena tidak ada garansi apa yang kita lakukan sukses, oleh karena itu lebih baik kita menikmati usaha-usaha kita,.
saya heran melihat banyaknya foto-foto Diamond di Amway, dulu sepeuluh tahun yang lalu Diamond hanya ada satu Robert Angkasa, sekarang setiap bulan ada 2 Diamond
astaga,.
berarti jaringan Amway meledak!
saya menikmati semua ini, terlepas dari mereka mau beli buku saya 1,000 atau 50,000 atau tidak sama sekali,. itu tidak penting,.
karena yang penting adalah,.
3. Kepentingan orang-orang lain,.
kita ini beredar setiap hari memenuhi kepentingan orang-orang lain,.
karena dengan demikian setiap hari kita menolong orang lain,
sehingga setiap hari kita terekspos dengan kesempatan,.
dengan demikian masalah-masalah kita otomatis terimbas oleh kesempatan yang kita peroleh,.

***

prepared by MTA

Budaya

by Goenardjoadi Goenawan


Kemarin Pak Daya baru pulang dari merantau menjadi Kepala Kantor Cabang Amsterdam. Sudah 7 tahun Pak Daya belum pulang dia kangen sama istrinya Budaya.
Dari airport dia masuk mobil. terus sopir taxi bilang charter Rp 200.000 ya. lho, khan ada argo?
Tidak bisa pak ini sudah menjadi Budaya. semua juga gitu kok.
Terus di lampu merah, ketemu Pak Ogah, kiri-kiri, terus-terus, kasih seribu. Dulu cepek. Lho kok bayar?
Iya itu Budaya.
Pak Daya heran... kok banyak banget Budaya?
Terus orang-orang pada kemana? kok jalanan sepi? Ohh anu Pak, itu pada ke Ramayana dan Glodok, memborong pakaian dan alat elektronik, Kulkas, TV untuk dibawa ke kampung, khan sudah Budaya.. ini Lebaran Pak, Lebaran itu Telasan, habis-habisan, sudah Budaya kok.
Sampai di perempatan jalan, sepeda motor jalan terus padahal lampu merah. Lho kok jalan terus? Itu Budaya Pak.
Sampai di rumah, disambut istrinya... Bapak aku kangen, cium pipi kiri-kanan. Ayo masuk pak, istirahat dulu...
Ini teh hangat, apa perjalanan capek Pak 17 jam dari Amsterdam?
Begini lho bu...
Ibu itu untuk apa aja kok nyuruh orang Taksi tidak pakai Argo, nyuruh orang narik bayaran di perempatan, nyuruh Lebaran, Telasan, habis-habisan, nyuruh speda motor jalan terus padahal lampu merah, katanya disuruh Budaya...
Kok kamu nyuruh begitu?

***
prepared by MTA

Kesempatan Lewat Setiap Hari

by Goenardjoadi Goenawan


Tidak jarang orang mengeluh, "Saya sebenarnya bisa maju, tapi belum punya kesempatan seperti si A atau si B. Kalau saya punya kesempatan seperti mereka, saya juga bisa maju!".
Padahal kesempatan berkelebat di depan matanya setiap hari. Malah kadang-kadang, kesempatan itu sampai mengetuk pintu rumahnya, minta dibukakan. Tidak jarang juga, kesempatan datang melalui pintu belakang.
Sayang, banyak orang tidak mampu mendeteksi keberadaan
sang kesempatan.
Bung, hidup ini terdiri dari kombinasi bermiliar interaksi antar manusia. Jaringan yang terjalin antar manusia, akan menciptakan miliaran kombinasi. Kita hidup di Indonesia, dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta jiwa. Bisa dibayangkan, berapa kombinasi yang tercipta. Orang lain yang tinggal di Singapura, dengan jumlah penduduk 3,5 juta jiwa saja, mampu memanfaatkan kombinasi interaksi tersebut. Mengapa kita tidak?
Suatu hari, Anda bersua dengan teman lama dari SMU.
Bercerita, berbagi pengalaman, pengetahuan dan niat baik. Lain hari, bertemu dengan orang baru.
Masing-masing punya keunikan, punya berbeda kebutuhan.
Siapa tahu dari mereka muncul inspirasi, datang peluang, atau menghasilkan jalan keluar. Syaratnya, otak kita dipenuhi dengan prasangka positif dan niat baik.
Sayang, otak seringkali dipenuhi dengan rasa curiga.
Coba contoh anak kecil, ketika mendapatkan sepotong roti, tanpa pikir panjang, langsung habis dilahapnya.
Tapi kalau sekarang Anda mendapatkan sepotong roti serupa, apakah langsung Anda makan? Tunggu dulu.
Jangan-jangan ada racunnya. Ah nanti ada formalinnya.
Wah bagaimana kalau banyak bahan kimianya. Otak dipenuhi rasa curiga.
Oleh karena itu, gunakan hati nurani masing-masing untuk melihat "roti-roti" kehidupan. Allah mengajarkan, "Ketuklah maka pintu akan dibukakan".
Sudah berapa kali Anda mengetuk pintu hati orang lain?
Entah berapa kali Anda melewatkan kesempatan di depan mata?
Telah berapa kali Anda membiarkan mimpi-mimpi masa depan menjadi sebatas impian?
Allah memberi jalan yang sama kepada setiap manusia.
Namun manusia seringkali terlalu dipenuhi dengan perasaan benci, dendam, malu, rasa bersalah, dan kurang perasaan kasih.
Kalau dua orang membaca koran yang sama, pasti apa yang dilihatnya berbeda-beda. Yang satu melewatkan berita yang lain. Kesempatan pun demikian. Dia ada dimana-mana. Banyak. Lalu bagaimana agar kesempatan yang ada bisa segera ditangkap. Ok, mari kita mulai dengan sebuah latihan:
Apa yang sedang Anda pikirkan saat ini?
Mikir... kosong, mikir... cewek, mikir... tagihan kartu kredit.
Apa yang Anda pikirkan saat ini tergantung dari ketajaman hati nurani.
Mungkin Anda berpikir, "Kasihan temanku sudah 3 tahun lulus sarjana masih belum kerja". Atau, "Kasihan anak tetanggaku kelaparan 3 hari belum ketemu nasi.
Perutnya keroncongan perih, mules, lemes, hidungnya meler, matanya kosong".
Apa isi pikiranmu?
Kalau isinya, "Aku lapar nih, belum makan, mau cari rokok". Berarti Anda hanya menggunakan kekuatan fisik semata. Tidak memanfaatkan hati nurani.
Kedua,
Cobalah minum air putih. Minum Aqua botol plastik, lalu minum Aqua botol gelas. Ada bedanya? Cari bedanya! Gunakan hati yang terdalam.
Bahwa rejeki di dunia ini berlimpah, kesegaran air minum, kesegaran oksigen di udara, sinar matahari yang melimpah, tanah yang subur, masyarakat yang sangat ramah, solidaritas masyarakat yang tinggi, anak-anak yang ceria bermain. Bahwa banyak yang harus disyukuri di dunia ini! Pasangan Anda memperhatikan hidup Anda, orang tua yang bijaksana tidak pernah berhenti mengurusi Anda, sahabat yang senantiasa ada di saat Anda membutuhkan.
"Ketuklah, maka pintu akan dibukakan" maka ketuklah pintu hati orang lain dengan hati kita yang bersih.
Bersih dari rasa:
benci
dendam
rasa besalah
malu
kekurangan rasa kasih
Itulah 5 emosi dasar manusia. Bila mampu dibersihkan, maka siap-siaplah menyambut kehadiran "hati nurani".
Dan Anda akan dengan mudah mengetuk pintu. Hati nurani yang tajam, akan membisikan kepada Anda banyak hal yang terlewat. Maka dengarkan bisikannya. Lama kelamaan, Anda akan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan orang lain. Bukankah peka terhadap kebutuhan orang lain adalah esensi dari sebuah bisnis?
Negara kita boleh saja sedang dalam keadaan susah, ekonomi mandeg, investasi sulit, pengangguran meningkat. Apakah Anda harus ikut susah? Jangan.
Banyak pengangguran artinya banyak orang butuh pekerjaan. Maka buatlah bursa kerja. Atau bikin balai latihan kerja, dsb. Kalau ada orang sedang kesulitan menanamkan investasinya, beri mereka jalan keluar.
Coba tawarkan investasi waralaba misalnya.

Semua kesempatan itu hanya bisa direngkuh oleh hati nurani. Sedangkan pikiran yang lain mungkin hanya pusing dengan tagihan kartu kredit!


***
prepared by MTA

Bagaimana Cara Mendapatkan Dorongan Yang Kuat ?

by Goenadjoadi Goenawan

Jika Anda perhatikan di sekeliling, saya yakin Anda akan menemukan sejumlah orang yang berprestasi tinggi, dan menjadi teladan buat orang sekitarnya. Di kantor misalnya, mungkin Anda akan berjumpa dengan seorang general manager yang cakap dan pintar membawa diri.
Banyak bawahannya yang berkata, "Bos kita itu punya karakter kuat". Di kantor sebelah, Anda juga mendapati seorang muda, umurnya baru 34 tahun tapi sudah menduduki singgasana paling top. Sehingga semua orang menyebutnya, "Si anak hebat".
Apanya sih yang hebat? Tampaknya mereka mempunyai motivasi yang kuat, sehingga mampu menjelma menjadi manusia-manusia hebat. Tanpa itu, mustahil seseorang bisa menunjukkan kehebatannya. Di arena olahraga misalnya, seorang Alan Budikusuma dan Susi Susanti begitu perkasa di ajang Olimpiade Barcelona 1992 lalu, karena dorongan kuat mengharumkan nama bangsa.
Padahal di arena selain olimpiade, Alan dan Susi masih sering kalah dari pemain Tiongkok.
Lalu bagaimana cara mendapatkan dorongan yang kuat?
Apakah karena sudah bertemu dengan Anthony Salim (Motivator No.1, bukan Anthony Robin), maka kita memiliki dorongan kuat? Pernahkah melihat orang-orang seperti Eka Cipta Wijaya (masih ingat bos Sinar Mas?) atau Teguh Ganda Wijaya, atau Henry Katuari, atau Harry Tanusudibyo berbicara? Mereka begitu penuh percaya diri, seakan-akan semua orang di dunia ini dikuasainya. Setiap bait katanya, tidak pernah menunjukkan keraguan. Apakah bisa mereka memberikan dorongan yang kuat buat Anda?
Darimana datangnya dorongan yang kuat? Mengapa ada orang yang tidak pernah terlihat ragu-ragu? Setiap manusia memiliki dua elemen, yaitu badan dan jiwa.
Ingat pepatah, di dalam badan yang sehat terkandung jiwa yang kuat. Setiap tindakan fisik seseorang akan terasa hampa tanpa dukungan jiwanya. Maka, seringkali seorang pria mengatakan, "Aku mencintaimu sepenuh jiwa", kepada kekasihnya. Jiwalah yang sesungguhnya memberi nilai pada setiap aksi badan manusia. Jiwa yang juga berarti hati nurani, memberi setiap manusia semangat hidup yang sesungguhnya, untuk menghadapi
dunia.
Coba Anda pikir, buat apa seorang Mother Theresa, repot-repot menolong gelandangan yang sekarat. Mau diapakan sih gelandangan itu? Tidak berguna, susah-susah diurusin nanti mereka mati juga. Tapi dia terus menerus membantu kaum papa, yang sebenarnya tidak memberikan keuntungan materi apapun buatnya.
Padahal Mother Theresa bisa saja menjadi suster kepala seluruh sekolah di India. Dia juga punya kans menjadi pejabat tinggi di sana.
Tapi jiwa Mother Theresalah yang bekerja, dan menolong gelandangan tak berdaya. Jiwa Mother Theresa bisa menyatu dengan jiwa para gelandangan, jiwa yang malang. Sehingga jiwa-jiwa itu tidak lagi sendirian, melainkan berkolaborasi dan membentuk semangat baru.
Saya salut kepada Anda, yang sekarang sudah menduduki jabatan tinggi, apakah group product manager, atau general manager atau bahkan president director. Tapi apakah jabatan itu badan atau jiwa yang melakukan?
Pernahkan Anda memikirkan jiwa? Boleh saja Anda bangga, "Saya ini GM lho", atau "Aku ini presdir!".
Tapi pernahkah Anda berbincang dengan jiwa Anda?
Berakrab-akrab dengan hati nurani? Kalau pernah, atau bahkan sering, saya yakin, bangsa ini akan bersih dari kebohongan, dari korupsi, dari pengkhianatan atau
dendam.
Saya harap Anda tidak lagi semakin jauh dengan hati nurani. Kasihan dia, kesepian di pojok tubuh paling dalam. Lama kelamaan, dia akan semakin menjauhi badan.
Malang benar nasib hati nurani. Dicuekin. Boro-boro diurus atau dipelihara, diajak bicara atau berunding saja tidak pernah. Poor you, jiwa!
Jadi, agar Anda selalu mendapatkan dorongan yang kuat, seperti Alan dan Susi pada saat bertanding di Olimpiade, atau seperti Mother Theresa, mintalah pada hati nurani, pada jiwa Anda. Jadikanlah hati nurani sebagai pedoman mengarungi samudera luas kehidupan ini. Sehingga Anda menjadi yakin, merasa bebas, dan selalu punya pedoman. Tidak terombang-ambing oleh gelombang jaman dan sebaliknya Anda bisa senantiasa tersenyum serta berkata lemah lembut. Tidak perlu lagi menggebrak-gebrak meja sambil berteriak "Ini aku punya pistol!".
Tapi cukup dengan berkata, "Ini jiwaku, mana jiwamu?".

***
prepared by MTA

Masalah Klasik Dalam Hidup

by Goenardjoadi Goenawan

sering kita temui masalah klasik yang kita hadapi sehari-hari,.
bekerja stress,.
kita butuh refreshing,.
butuh hiburan,.
hidup penuh dengan tekanan,. penuh dengan beban,.
rasanya hidup kok sibuk dengan mencari makan dan bayar hutang???
benarkah hidup itu seperti itu?
sebenarnya, apa yang salah dalam hidup kita kok rasanya kita ini setiap kali kekurangan waktu, dan kekurangan duit,.
coba kita telaah satu per satu,.
anda bekerja sebagai karyawan,.
sampai kapan? cukupkah untuk membiayai hidup anak-anak anda? pastikah masa depan anda? apa langkah selanjutnya sekiranya ada PHK, pensiun atau turun jabatan?
anda seorang bapak yang istrinya telepon konsultasi ke saya karena bapaknya dipaksa bekerja sampai larut malam hanya karena ditekan supaya mengundurkan diri,.
ya ampuun,.
banyak orang bilang,. saya tahu pekerjaan saya ini tidak dapat mencukupi kebutuhan masa depan, tapi kemana lagi harus mencari pekerjaan?
seakan-akan kita ini seperti robot yang tahunya hanya berangkat pagi pulang malam menjalankan job description,.
sesungguhnya,
kita tidak perlu merasa kurang waktu,.
atau kurang uang,.
atau terlalu stress,.
sekiranya kita mengerti bahwa esensi hidup ini adalah simbiosis mutualisma,.
kita lihat bunga-bunga berkembang cerah, dihinggapi kupu-kupu yang sekaligus menjadikan proses pembuahan,.
semuanya alami,.
kitapun senantiasa harus yakin bahwa manusia memiliki daya pikir yang lebih daripada bunga atau kupu-kupu dan lebih jeli melihat simbiosis mutualisma,.
misalnya anda rasakan,. apa kebutuhan masyarakat?
mungkinkah masyarakat butuh jajanan pasar? bubur ayam, lapis legit? pisang goreng kalimantan?
lihatlah setiap hari Martabak TOP BANDUNG sibuk tiap malam, yang antri juga senang apalagi setiba dirumah,.
wow lezatnya,.
mungkinkah masyarakat butuh pendidikan? maka pendidikan kursus sekolah musik & vokal berjamuran,.
mungkinkah masyarakat butuh gunting rambut express?
10 menit? yang bersihinnya pakai vacuum cleaner?
mungkinkah masyarakat butuh hand spa? foot spa? neck spa?
Untuk apa untuk siapa kita bekerja?
untuk menolong kebutuhan masyarakat,.
masyarakat butuh apa?
itulah esensi tugas hidup kita,.
dan kita senantiasa merasa gembira dan tentram dalam melayani kebutuhan masyarakat,.

***
prepared by MTA

Mengapa Kita Gagal ?

by Goenardjoadi Goenawan

saya banyak mendapat pertanyaan teman2 yang cenderung negatif, seperti misalnya mengapa kita gagal?
kadang-kadang konsep kegagalan itu perlu kita mengerti,.
mengapa kita gagal?
karena kita harus gagal,.
bayangkan, pada waktu dulu petani kedele menemukan tahu,. pasti juga gagal ratusan kali,.
ada orang yang bisa menangkap anak panah! betul menangkap anak panah yang dilepaskan dari busur!
berapa kali dia gagal?
tentu banyak,.
mengapa kita gagal?
karena kita seharusnya tidak perlu memikirkan kegagalan itu,.
saya hari ini berangkat pagi-pagi jam 6:00 subuh ke Bintaro Jaya ke rumah Purwacaraka,.
sampai di rumah beliau jam 8:00 ternyata pesan dari sekretaris PakPurwa, kita meeting diundur jam 15:00 di plaza semanggi.
gagal?
tidak,.
kalau gagal itu berarti Purwa tidak membalas sms saya, tidak mengangkat telepon saya, atau menolak meeting dengan saya,.
karena Purwa sangat sibuk,. sibuk!
dia tidak ada waktu untuk memikirkan saya,.
jadi gimana?
Sudah beruntung, saya setelah menunggu 60 hari, akhirnya bisa bertemu dengan Purwa, akhirnya bisa bertemu, dan Purwa bisa menemui saya,.
apakah saya berhasil??
tidak juga, karena saya tidak pernah memikirkan hasilnya,.
saya hanya mencoba,,
mencoba,.
mencoba,.
karena kunci keberhasilan itu, selama kita terus mencoba, maka kita akan berhasil,
asalkan kita berhenti mencoba setelah berhasil.
suatu waktu ada 2 orang dukun yang bisa membawa hujan saling memberi resep,.
satu dukun diberi tahu tari-tarian membawa hujan,.
setelah dicaoba 3 bulan,.
kedua dukun bertemu,.
kok tari-tariannya tidak manjur?
masak?
iya tidak manjur?
bagaimana caramu menari?
seperti ini,.,.,.,.
ya betul,./
iya tidak hujan,.
hujan kok,. saya terus menari sampai hujan datang!

***
prepared by MTA

Badai Pasti Berlalu

by Goenardjoadi Goenawan

saya perhatikan pada hari Minggu 19 February 2006 kemarin Mall-mall penuh sesak,.
penjaga toko dan Sales Promotion Girl kembali tersenyum manis,.
sejak 1 Oktober 2005 (4 bulan yang lalu) pasar tiba-tiba menjadi sepi,. seperti keluarga sedang dirundung duka, rasanya masyarakat tidak ada mood untuk belanja,.
tapi saya lihat sendiri, tanggal 19 Feb, biasanya tanggung bulan orang bilang, Mall penuh sesak. Apakah hawa Valentine membuat masyarakat optimis?
saya perhatikan Konsumen Indonesia memang sangat tahan banting, dari pengalaman 1998 kerusuhan, Bom Bali jilid 1 dan jilid 2, Bom JW Mariott, hingga bencana alam Tsunami Des 2004 dan kenaikan BBM 1 Okt 2005 Konsumen Indonesia kembali aktif berbelanja,.
Istilahnya Badai pasti berlalu,.
Dari Koran dan Majalah kita lihat penjualan Mobil mampet,. pet,.
mengapa?
Apakah karena Konsumen tidak punya uang?
Ternyata saya lihat sendiri, Rakyat merdeka kembali sejak Reformasi 1998 dengan adanya Busway,
sementara Pejabat dan Konglomerat macet dari sepanjang Roxy hingga Stasiun Kota, sekarang pegawai Bank Mandiri di Stasiun Kota tidak perlu mengendarai mobil dari Pondok Gede, ada Feeder dan Busway, beres,.
Memang kalau dipikir, selama 38 tahun kita dihipnotis oleh Produsen Mobil, hanya di Indonesia yang Manajer level bawah sudah membeli Mobil.
heran,.
sekarang kita sudah bisa menikmati jaman kemerdekaan Public Transportation, semuanya sama, yang Pakai Jas, yang Pakai HP, yang tua yang muda, yang Karyawan, yang Pengusaha, semua naik Busway,.
Sekarang pedagang di Blok M Plaza, Mall Ciputra dan Glodok Plaza tersenyum, hidup Busway!
sementara pemilik mobil bingng, mobil mau dijual kemana?

***
prepared by MTA

Hulla-Hoop

by Goenardjoadi Goenawan

Susi sedang bermain hulla-hoop (gak tahu nama persisnya, kok sepertinya hulla-hoop),.
itu lho yang diputar-putar goyang pinggul terus lingkaran hulla-hoop berputar mengitari pinggang kita,.
dia coba satu buah hulla-hoop,. berhasil!
dicoba dua buah hulla-hoop berhasil!
wow susi senang sekali, kok main hulla-hoop berhasil,.
mudah sekali,.
dia coba hulla-hoop yang lebih besar, besarnya 1.5 meter,.
siap,.,. goyang! hulla-hoop berputar, ayo goyang,.
goyang terus,.
sama dengan kehidupan kita, kita berharap kita dapat mengendalikan kehidupan, seakan dunia ini kita putar mengelilingi kita,.
kita maunya dunia mengikuti kemauan kita, dan berputar mengelilingi kita,.
kita ingin sahabat kita tidak melupakan kita,
kita ingin teman kita mau membantu kita,.
kita ingin istri kita memperhatikan kebutuhan kita,.
kita ingin perusahaan mengerti kebutuhan kita,.
kita ingin naik gaji rutin 20% setiap tahun dijamin,.
kita ingin,.
kita ingin,.
hingga akhirnya hulla-hoop kita membesar,.
besarnya 4 meter,.
dan kita ngga sanggup lagi memutar hulla-hoop!
ampuuun teman-teman ini, gak mau mengerti aku!
aku lagi pusiiiiiiing mereka terus saja menekan aku!
apuuuuunnnnnn Citibank kok ngga mau mengerti, tagihan terlambat 15 hari khan wajar, namanya juga usaha,.,.,.,.
tapi kok dunia ngga mau menurut untuk berputar mengikuti kemauan kita?
sementara Shinta asyik memutar hulla-hoop yang lebarnya 4 meter!
gimana caranya?
daripada dioa memaksa hulla-hoop raksasa berputar mengitari tubuhnya,
dia memutar tubuhnya mengikuti gerakan hulla-hoop,.
badannya berputar, berputar, berputar mengelilingi hulla-hoop,.
akhirnya putaran badannya menyebabkan gaya sentrifugal dan hulla-hoop pun mau berputar,.
hidup ini bukan untuk kita,.
kita dilahirkan untuk melayani dan membantu masalah orang lain,.

prepared by MTA

Kehendak Bebas

by Ir. Goenardjoadi Goenawan MM.

Halo sahabat,.
satu hal yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya adalah Kehendak bebas,.
sehingga kita bisa lebih unggul dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya,.
sebetulnya jauh sebelum Manusia mulai ada, semut-semut telah mengenal team work,.
semut telah mengenal kerja sama, membentuk jembatan semut, tangga semut, komunikasi, kerja sama menyerang lawan, membunuh siapapun yang lewat, belalang, lalat, bahkan laba-laba!
semut membentuk koloni sebelum manusia ada,.
mengapa Manusia bisa menjadi unggul? apa yang membedakan kita dengan makhluk hidup lainnya?
Kehendak bebas,.
oleh karena itu, kita mulai dari diri sendiri mulai berpikir, apakah kelebihan kita itu telah kita manfaatkan sepenuhnya?
bila di kantor, kita dibimbing menjadi kerja team, untuk menjadi spesialis, sebagai efek dari ditemukannya otomatisasi ban berjalan oleh Ford, akhirnya kita menjadi seperti mesin,.
semua pekerjaan dibuat menjadi sistim ban berjalan, setiap orang menjadi spesialis,.
dengan demikian pekerjaan menjadi efisien dan efektif,.
benarkah demikian??
benarkah bahwa dengan kita menjadi ahli produksi, ahli Sales, ahli advertising, maka kita semakin unggul?
benarkah bahwa konsep penghasilan tetap lebih baik untuk manusia?
benarkah konsep 8-5 kerja mulai jam 8 sampai pulang jam 5 sore paling efektif?
benarkah pembagian tugas memang yang terbaik untuk efektifitas kerja?
seperti pada waktu jaman agriculture, maka dengan ditemukannya mesia, dan sistim ban berjalan, maka industrialisasi mampu melipat gandakan efektifitas kerja manusia,.
Nah, hal yang sama, dengan ditemukannya internet, maka sekarang ini bukan lagi era industri, namun era informasi,.
apa artinya itu?
artinya kita harus lebih peka terhadap keunggulan kita, Kehendak bebas!
dengan menjadi bebas tentunya,.
jangan heran kalau di masa depan,. orang-orang yang bekerja dari rumah memiliki efektifitas 50 kali lipat pekerja kantoran atau di pabrik!
jangan heran kalau online business membuat setiap manusia menjadi independen,. bebas!
kehendak bebas akan menuntun kita memasuki era informasi,.
manusia akan bekerja secara independen,.
manusia akan bekerja secara komite,. setiap komite memiliki anggota team yang tanggung jawabnya sama, tidak dibagi-bagi tugasnya,.
jangan heran, nantinya perusahaan seperti Hewlett Packard akan menjadi seperti Walt Disney,. menjadi konsultan independen yang setiap Karyawannya memimpin unit bisnis dengan supplier, R&D, production, Distributor, yang dimiliki oleh masing-masing outsource company,.
dan Hewlett Packard akan menjadi Consulting Company,.
yang karyawannya menjadi independen satu sama lain, membentuk beberapa komite di dalamnya,.


posting by MTA

Help Others and Share Our Compassion

Sekelompok Kijang di padang rumput mencari makan,.
mereka senang gembira mencari makan sambil bermain-main,. sekali-sekali melompat-lompat kegirangan,.
mereka terus berjalan berkelompok,. berjalan,. dan berjalan,.
mereka tidak takut dengan Singa,.
di sebelahnya ada sekelompok Singa,.
Kijang tetap berlari-lari gembira,.
sesekali Singa mencoba mengincar anak kijang,. namun ternyata lari Kijang jauh lebih kencang,.
mereka cukup berlari-berlari dan tetap bebas,.
merumput di sebelah kelompok Singa,.
kalau kita pikir,. mengapa kita harus pusing memikirkan Singa? asal kita terus berlari tentunya tidak mungkin Singa mampu mengejar Kijang,.
dan kita tidak perlu benci dengan orang yang menyakiti kita,. karena mereka mencari makan dengan cara begitu,.
jadi, kitapun tidak usah khawatir dengan semua kejahatan, kebencian, dendam, maupun pikiran negatif penuh rasa curiga di dunia ini,.
asalkan kita terus berlari,. kita toh tidak akan terkejar mereka,. biarkan mereka berada di sekitar kita,.
dan kita terus berlari,. karena rejeki begitu banyak,.
rumput begitu banyak,.
lalu Pak,. kalau ada orang yang menyakiti kita bagaimana?
biarkan saja,.
daripada mikirin Singa kita malah ngga bisa cari makan nanti rumput-rumput hijau di sekeliling kita menjadi mubazir,.
hanya dua macam Kijang yang mati dimakan Singa,.
1. anak Kijang yang belum bisa berlari,. atau Kijang tua yang sakit,.
2. Kijang yang enggan berlari,.
selebihnya,. ngapain mikirin Singa? Kijang cantik melenggak-lenggok di depan kita,. perlu kita kejar-kejaran sepanjang hari,.
mari kita terus berlari,.
dan terus berpikir positif,.
Help others and share our compassion.

salam,
Ir. Goenardjoadi Goenawan MM.